Halaman
Forum Kita
-
Jedong- Wisma Bethelhem Malang, pelaksanaan camping rohani yang dilaksanakan oleh Tri Paroki dekenat Malang Selatan pada tanggal 4-6 Juli m...
-
Halo teman-teman bagaimana kabarmu kali ini? Susah, Sedih, gembira, senang, yah tentunya kalian punya perasaan masing-masing... Masih ingat...
-
KOTHBAH HARI MINGGU BIASA XIX Tema : Percaya kepada Yesus Bacaan I : 1 Raj 19:9a. 11-13 Bacaan II : Rm 9:1-5 Bajaan Injil : Mat 14:2...
-
"Apabila mereka berdosa, Kuberi kesempatan untuk bertobat." Apa yang kita perbuat, kepada sesama berarti juga kita perbuat bagi T...
-
10 JUli 2011 Hmmm... berakar dari pengalaman dan kegiatan bertani sehari-hari... Jikalau anda pernah bertani tentunya tahu cara menanam da...
Total Tayangan Halaman
Jumat, 04 November 2011
Menjadi Karakter Unggul Ala OMK San-Mar Blitar
Masih ingat nggak tentang rekoleksi OMK Paroki St.Maria di Maliran, yang temanya "Menjadi Orang Muda Katolih yang Berkarakter Unggul bagi Gereja dan Dunia"?
Tentunya ini menjadi topik hangat bagi kita semua. Saya tidak ingin teman-teman lupa akan hal ini, khususnya arek Maliran yang jadi tuan rumah.
Saya bangga kepada teman-teman karena sudah mau merelakan waktunya untuk datang demi kekompakan, kemajuan serta pengenalan kembali antara OMK satu dengan yang lainnya.
Saya tidak ingin rekoleksi kemarin hanya menjadi kenangan, namun lebih dari itu, mari kita bersama-sama tumbuhkan mental baja kita menjadi sebuah kekuatan dalam membangun Gereja di tengah dunia yang sekuler ini. memang saya akui ini tidak mudah, namun ini menjadi tantangan bagi kita, kaum muda, harapan gereja mempertahankan gereja kita menjadi sebuah kesatuan antara kita dengan Kristus. Ayo kita bangun dunia baru.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Belajar berkothbah
HARI MINGGU BIASA XIX
Tema : Percaya kepada Yesus
Bacaan I : 1 Raj 19:9a. 11-13
Bacaan II : Rm 9:1-5
Bajaan Injil : Mat 14:22-33
Dimensi Tema : Siapapun yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan
Kothbah didasarkan pada bacaan Injil
Pesan : Kita sebagai umat Kristus yang disatukan dalam Roh Kudus hendaknya percaya kepada-Nya karena selama ini kita telah ditebus dan diselamatkan. Tuhan sendiri selalu menunggu kita untuk percaya dan berserah kepadaNya. Tuhan telah berjanji akan menyelamatkan umat-Nya yang percaya kepada-Nya oleh sebab itu hendaklah untuk percaya penuh kepada Tuhan.
Tujuan Kothbah:
Ingin menyampaikan betapa besarnya kasih dan penyelamatan yang dilakukan oleh Kristus kepada siapa saja yang percaya kepada-Nya.
BAGIAN POKOK KOTHBAH
Salam…
Suatu kali jika kita pergi ke sebuah sungai yang besar, lebar dan dalam di mana di situ terdapat air dalam jumlah besar, entah itu untuk mandi, renang, mencuci pakaian atau mengairi sawah atau lading. Pernahkan anda sekalian terpikirkan untuk mencoba untuk berjalan di atas air? Mungkin renang saja sudah cukup, yang penting bias terapung di atas air.
Begitu pula saat ini, tentunya kita tidak lepas dari suatu persoalan hidup. Apakah yang saat ini saudara-saudari hadapi, yang membuat anda sekalian mengalami suatu kesusahan? Apakah hal tersebut mendesak anda dan menyusahkan anda?
Nah…
Pada hari ini juga, Yesus menyampaikan pesan-Nya kepada kita untuk percaya secara total kepada Kristus. Seperti para rasul yang mengalami ketakutan dan kecemasan ketika menghadapi angin sakau. Mereka sangat takut, coba kita bayangkan, bagaimana ketakutan para rasul pada saat itu ketika menghadapi angin sakau yang mengancam nyawa mereka. Padahal sebagian besar mereka nelayan. Dan tiba-tiba muncul dihadapan mereka sesosok orang yang dikira mereka hantu.
Blarrr…
Sudah takut akan badai kini muncul sesosok aneh yang bias berdiri di atas air. Pada awalnya para rasul menganggap mereka sebagai sesosok setan padahal itu adalah Yesus sendiri yang akan menyelamatkan murid-murid-Nya.
Tapi ini menjadi titik balik bagi para rasul ketika Yesus menampakkan diri kepada mereka dan Petrus yang saat itu ingin meyakinkan bahwa yang berjalan di atas air itu Yesus ingin sekali berjalan di atas air dengan meminta Yesus untuk menyuruhnya. Inilah yang terjadi, di saat kita mengalami suatu ketakutan dan berani untuk menghadapinya Tuhan akan memberikan jalan kepada kita. Seperti rasul Petrus yang pada awalnya berhasil berjalan di air, namun karena ada angin yang kencang dan kuat, ragulah ia dan mulailah tenggelam.
Bagaimanapun juga ketika kita semua percaya, berdoa, berusaha dan bekerja secara penuh Tuhan pasti akan menolong pada saat yang tepat di mana kita membutuhkan-Nya dan jangan sampai kita ragu, sebab dengan keraguan itu berarti kita meremehkan Tuhan, dan Tuhan sendiri akan enggan menolong kita, meskipun Tuhan selalu di dekat kita, selalu dan selalu. Ingat! Bahwa Dia yang ada di surge akan selalu menolong kita.
Oleh sebab itu, janganlah kita mudah untuk menyerah pada iman kita. Kita harus tetap percaya bahwa Yesus adalah juruselamat bagi kita. Tidak perlu muluk-muluk dalam bertindak. Tuhan hanya menginginkan kita percaya secara penuh, dengan kasih terhadap Tuhan dan sesame, bahwa Tuhan selalu menolong kita di saat kita percaya, di dalam doa-doa kita di setiap hari, mulai dari bangun pagi hingga saat kita tidur, hendaklah kita selalu berserah dan percaya pada Tuhan bahwa Ia selalu ada di sekitar kita. Memang kita sudah percaya, buktinya dengan kehadiran saudara-saudari di sini. Tapi semua itu masih kurang, Tuhan sendiri rela memberikan nyawa-Nya, dan kita… bagaimana? Saya sendiri tentunya masih sangat kurang. Saya juga masih banyak belajar, mungkin saudara-saudari ada yang lebih daripada saya.
Ingat bahwa siapapun yang percaya pada-Nya dengan total kita akan diselamatkan, diberi-Nya jalan entah itu mudah atau sulit, hal itu adalah tantangan bagi kita untuk menjadi hamba-Nya yang setia. Dan sekali lagi saya katakana bahwa Tuhan akan selalu menolong umat-Nya yang dalam kesusahan asal mereka percaya, bukan hanya yang percaya tapi yang mengharapkan pertolongan dengan sangat Tuhan pasti menolong. Meskipun jika kita kurang percaya kepada-Nya, Tuhan ada di dekat kita. Ia menunggu kita untuk percaya dan jika kita mendapatkan kekuatan untuk percaya… Tuhan akan datang dan menyelamatkan anda.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus
Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Sabtu, 16 Juli 2011
Apa yang kita perbuat, kepada sesama berarti juga kita perbuat bagi Tuhan.
Oleh sebab itu tidak salah jika Tuhan membalasnya dengan adil.
Ia berkuasa atas segala-galanya, Ia berhak memperlakukan segala ciptaan-NYa sesuai dengan kehendaknya.
Tapi ingat bahwa Dia selalu menyayangi dan mengasihi kita sebagai umat-Nya.
Tuhan itu maha adil, jika kita berbuat sedemikian maka Tuhan akan membalasnya dengan sedemikian pula,
tapi tidak selalu sama sedemikian rupa. Tapi ingatlah bahwa tuhan itu Maha pengampun dan apabila kita berdosa
atas segala tindakan kita yang kurang begitu baik terhadap sesama kita,
Dia akan memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat. Sebagaimana seperti yang disabdakan Tuhan.
"Pergilah dosamu diampuni."
Hmmm... berakar dari pengalaman dan kegiatan bertani sehari-hari...
Jikalau anda pernah bertani tentunya tahu cara menanam dan temapat menanam yang cocok
agar apa yang kita tanam dapat tumbuh dengan subur...
bacaan hari ini tentunya dapat menggolongkan kita pada berbagai ciri-ciri yang ada pada kita...
Kita adalah bijinya, lingkungan kita adalah tanahnya, dan...
pertumbuhan kita adalah keadaan hidup kita di dunia ini
Siapakah anda...
Biji yang jatuh di jalan?
Biji yang jatuh di semak belukar?
Biji yang jatuh di tanah berbatu? ataukah
Biji yang jatuh di tanah yang subur?
Refleksi untuk kita para mudaers...
Menjawab adalah hal yang paling mudah...
Kita bisa menjawab yang paling bagus karena ingin dianggap bahwa Akulah yang paling baik.
Tapi jangan salah bila anda dikatai sebagai orang yang munafik.
Anda mengira bahwa anda paling baik, paling benar dan paling suci, namun tidak semudah itu bahwa anda
seperti seorang farisi yang hanya menyebut kebaikan-kebaikan yang anda miliki dan segala yang jahat anda sembunyikan.
Ingat! Bahwa yang diinginkan Tuhan ialah hati yang remuk redam yang butuh pertobatan...
Biji adalah kita sebagai umat Kristus...
Kita memang orang muda yang masih perlu belajar dari hidup kita.
Kita masih harus mengalami berbagai permasalahan dalam hidup ini.
Melihat semua realita yang ada di tengah dunia ini tentunya sulit untuk membuat kita tumbuh dengan baik subur di tanah yang
subur.
Ingat bahwa camping kemarin mengarahkan kita untuk menjadi seorang pemimpin.
Ingat seorang "PEMIMPIN".
Pemimpin tahu di mana ia harus tumbuh dengan baik. hehe
pesan terakhir di minggu ini buat teman-teman...
tumbuhlah di tempat subur... jangan takut untuk mengalami pahitnya dunia ini.
sebab dengan merasakan pahit dunia engkau akan merasakan manisnya kasih Allah
karena Engkau mau untuk setia pada jalan-NYa. AMIN
Semoga ini berguna buat teman-temanku sekalian.
Ini memang tidak sempurna dan kadang kurang baik, oleh sebab itu saran dari teman-teman
sangat saya harapkan untuk diri saya.
Atas segala kelebihan dan kekurangan saya ucapkan terima kasih dan maaf.
Shaloom...
Rabu, 06 Juli 2011
YOUTH CHRISTIAN CHARACTER BUILDING CAMP DEKENAT MALANG SELATAN
Jedong- Wisma Bethelhem Malang, pelaksanaan camping rohani yang dilaksanakan oleh Tri Paroki dekenat Malang Selatan pada tanggal 4-6 Juli merupakan acara yang sangat baik untuk perkembangan kematangan kepribadian dan kerohanian bagi para peserta maupun panitia yang berpartisipasi.
Camping ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Tri Paroki Dekenat Malang Selatan. Meskipun yang pertama kalinya, kegiatan ini memberikan suatu hal yang sangat baik dalam membangun karakter sebagai pemimpin yang 100% Katolik dan 100% Indonesia.
Sekitar 92 orang yang berpartisipasi, termasuk panitia, pembimbing dan peserta sangat antusias dalam mengikuti acara ini. Hal ini terlihat dengan adanya partisipasi aktif dalam setiap acara yang sudah disusun oleh panitia, meskipun ada beberapa acara yang kurang rapi, seperti dibatalkannya out-bound, bangun pagi yang telat, maupun berbagai acara yang telat untuk dilaksanakan. Namun acara ini sangat membantu bagi para OMK untuk melatih kedisiplinan mereka dalam mengikuti setiap sesinya.
Florensius Suko Widodo sebagai ketua pelaksana camping mengatakan bahwa, ” Memang dalam acara ini masih ada berbagai kelemahan, namun untuk kedepannya kami akan berusaha lebih baik Acara ini tidak akan berakhir sampai di sini, tetapi akan terus berjalan hingga 6 bulan ke depan dan seterusnya”.